DEFINISI TEKNIK INDUSTRI
Teknik Industri merupakan suatu
disiplin ilmu yang mempelajari tentang perancangan, perbaikan serta instalasi
sistem yang terintegrasi antara manusia, mesin, material, modal dan metode.
Keilmuan yang digunakan yaitu dengan
memanfaatkan ilmu matematika alam serta sosial.
Tujuannya adalah untuk dapat
melakukan evaluasi, prediksi, dan spesifikasi terhadap sistem terintegrasi
sehingga didapatkan performansi sitem yang efektif, efisien dan produktivitas
yang dihasilkan tinggi.
SEJARAH SINGKAT TEKNIK INDUSTRI
Teknik
Industri lahir karena adanya beberapa faktor pendorong sebagai berikut :
·
Terjadinya revolusi industri pada tahun 1700-1800an
yang melahirkan pabrik-pabrik besar. Keberadaan pabrik besar tentunya menuntut
para pekerja yang berada di dalamnya harus memiliki keterampilan dan wawasan yang baik mengenai pabrik itu sendiri. Pabrik membutuhkan tenaga
terdidik yang mampu melakukan perencanaan yang baik serta pengorganisasian yang
baik dalam skala besar.
·
Kesejahteraan rakyat rendah dan tidak sebanding
dengan pertambahan penduduk yang begitu cepat. Konsumen hanya akan membeli
produk dengan harga yang terjangkau. Perusahaan mau tidak mau harus mampu
menekan biaya produksi sedemikian rupa.
·
Persaingan yang terjadi kala itu sangatlah
ketat. Perusahaan harus dapat meningkatkan produktivitas agar mampu bersaing di
pasaran salah satunya dengan menekan biaya operasi dan meningkatkan efisiensi
perusahaan.
Jika dilihat
dari beberapa faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada intinya industri
membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam merorganisir
perusahaan secara menyeluruh ataupun terintegrasi. Hal tersebut merupakan cikal
bakal munculnya keilmuan teknik industri yang diharapkan dengan mempelajari
disiplin ilmu tersebut, tenaga kerja perusahaan memiliki kemampuan merorganisir
sistem industri yang sangat kompleks dengan baik.
TOKOH-TOKOH PERINTIS TEKNIK INDUSTRI
1.
Adam
Smith, tahun 1776 membuat buku “Wealth of Nations” yang berisi tentang Labor Specialization atau metode
spesialisasi kerja untuk meningkatkan produktivitas kerja
2.
Charles
Babbage, tahun 1800-an membuat buku “On The Economy of Machinery and
Manufactures” berisi tentang pengukuran waktu dan biaya
3.
Eli
Whitney, metode Interchangeable Parts
yang dibuatnya mampu menurunkan biaya produksi komponen dalam jumlah besar
4.
Henry
Ford, penemu conveyor sebagai
alat bantu pemindahan benda kerja. Benda kerja dipindahkan oleh alat bantu
bukan oleh pekerja yang dapat mengurangi biaya produksi dan merupakan pencetus
sistem produksi massal
5.
Henry
Towne, dalam jurnal ASME(American
Society of Mechanical Engineers) menyebutkan bahwa para insinyur perlu
mempertimbangkan hasil keputusan-keputusan yang telah dibuatnya terhadap
profitabilitas
6.
Frederick
Winslow Taylor, dikenal sebagai
bapak teknik industri dunia. Menemukan Scientific
Management (Manajemen Ilmiah). Metode tersebut menggantikan metode
coba-coba.
7.
Frank
Gilbreth, menemukan gerakan “therblig”
yaitu dengan membagi gerakan kerja ke dalam beberapa elemen seperti memegang,
mencari, mengarahkan, membawa dan melepas yang terbukti efisien
8.
Lillian
Moller Gilbreth, istri dari F.B. Gilbreth yang merupakan seorang psikolog
dan mengusulkan harus adanya pertimbangan secara psikologis dalam suatu metode
kerja
9.
Charl
Barth, menemukan “Slide Rules”
ahli matematika yang dapat mempercepat perhitungan kecepatan kedalaman
pemotongan logam untuk pekerja
10.
Henry Laurence
Gantt, menemukan metode penjadwalan mesin untuk kegiatan produksi yang
disebut dengan “Gant Chart”
11.
Harrington
Emmerson, menulis sebuah buku tentang efisiensi yang berjudul “Twelve Principles of Efficiency”
12.
Morris L.
Cooke, membuat buku “Organize
Labor and Production” yang berisi tentang pentingnya mewujudkan “Optimum Productivity” sebagai keinginan
pekerja dan manajemen

Komentar
Posting Komentar