Nakama ONE PIECE tentu tidak akan asing lagi dengan tokoh shounen yang melegenda ini. Lelaki yang lahir di Desa Shimotsuki, East Blue pada 11 November ini mendapat Julukan “marimo” (lumut). Nama tersebut disematkan oleh koki bajak laut didikan baratie work, Sanji. Marimo tak lain adalah ejekan kecil atas rambutnya yang berwarna hijau yang sebenarnya merupakan panggilan kesayangan. Ya biasa.. sayang tapi gengsi? Zoro pun tak mau mengalah balik membalasnya dengan mengejek sanji dengan sebutan “koki hentai”. Akibat ejekannya tersebut Sanji dan Zoro kerap kali bertengkar, namun pertengkarannya bukan berarti memutuskan pertemanan diantara mereka. Kemunculan Zoro di anime ONE PIECE, untuk pertama kalinya yaitu pada episode 2. Zoro merupakan orang pertama yang menjadi kru bajak laut topi jerami.
History
Sebelum bertemu sang
kapten, pekerjaannya ialah sebagai pemburu bajak laut. Ia mampu bertahan hidup
dari uang hasil bayaran tangkapan bajak lautnya. Nama Roronoa Zoro terkenal di
banyak desa sehingga orang-orang segan terhadapnya. Zoro sempat ditangkap oleh angkatan
laut hingga akhirnya diselamatkan oleh
luffy. Penyelamatannya tidak murni tanpa pamrih. Luffy akan menyelamatkan Zoro
tetapi dengan syarat Zoro harus menjadi kru bajak lautnya.
Awalnya Zoro menolak
keras tidak mau bergabung karena sangatlah aneh Zoro yang menjadi pemburu bajak
laut malah menjadi bajak laut. Namun pada saat itu Zoro berada di kondisi
terjepit hingga berkata “aku lebih baik menjadi bajak laut daripada mati di
tempat seperti ini”
Skill
Kemampuan menggunakan
tiga pedang “San To Ryu”( 三刀流) ia pelajari saat
berusia kecil bersama teman perempuannya Kuina. Zoro kecil selalu saja kalah
dalam bertarung pedang melawan Kuina. Namun semangatnya tetap kekeh ingin
melampaui Kuina dengan memohon sambil bersujud di depan ayah Kuina untuk
diajarkan ilmu beladiri pedang agar dapat mengalahkan Kuina. Ayah Kuina Koushiro sekaligus
pelatih mereka secara tiba-tiba menceritakan keadaan yang sebenarnya mengenai
putrinya. Kuina menderita sakit keras sehingga kemampuannya dalam bermain
pedang menjadi melemah hingga pada suatu hari Kuina meninggal dunia tidak bisa
meraih cita-citanya menjadi pendekar pedang. Mendengar kabar tersebut Zoro kecil
histeris ditinggal oleh teman terdekatnya (mungkin ini penyebab Zoro belum
tertarik kepada wanita lain hingga saat ini, sepertinya Zoro belum bisa
melupakan Kuina). Zoro merasa terpukul karena obsesinya mengalahkan Kuina belum
dan tak akan pernah tercapai. Berangkat dari hal tersebut Zoro berpikir
untuk meneruskan cita-cita dari Kuina
menjadi pendekar pedang. Setiap waktu luangnya ia gunakan untuk berlatih dan
berlatih hingga ia mampu mengendalikan tiga pedang dengan memegan pedang
dikedua tangan serta pedang terakhir dicengkram oleh giginya. Kemampuannya
itulah yang mengantarkan Zoro pada julukan San
To Ryu “Sang Pendekar Tiga Pedang”. Jurus tiga pedangnya tersebut mampu
meruntuhkan gedung-gedung tinggi hanya dengan sekali tebas. Sampai saat ini,
hal tersebut hanya terjadi di dunia anime. Namun, Menarik bukan jika ada hal
yang seperti ini di dunia nyata?
Walaupun kemampuannya
telah diakui dunia, Zoro tak pernah sombong dan tetap selalu konsisten untuk berlatih.
Zoro pernah dikalahkan di episode 42 oleh Dracule Mihawk anggota Shicibukai yang juga merupakan ksatria
pedang. Satu hal yang dapat kita pelajari, Kekalahannya tak membuat ia menyerah
dan membenci orang yang mengalahkannya. Zoro bangga pernah ditebas oleh
pendekar pedang terbaik (鷹の目
Taka no Me : Mihawk) dan suatu saat ia
harus melampauinya. Zoro meminta ilmu dari rivalnya tersebut
dan kembali ia bersujud untuk minta diajarkan ilmu pedang oleh Mihawk pada
episode 509 di thriler bark. Mihawk
menyetujui akan melatih Zoro dengan syarat harus mampu mengalahkan babon cerdas
di Thriler Bark. Dalam latihan
kerasnya selama dua tahun, Zoro mengalami luka yang cukup serius saat berlatih
dengan melawan babon raksasa yang kecerdasannya cukup tinggi. Babon tersebut
mampu menirukan gaya manusia, salah satunya dapat menirukan keterampilan tiga
pedang Zoro. Setelah menyelesaikan latihannya dan datang ke Dunia Baru, mata
kiri Zoro sudah tak dapat digunakan lagi dan terlihat bekas tebasan pedang. Pertanyaannya
adalah siapa yang menyebabkan luka tersebut? Misteri tersebut hingga kini masih
belum terkuak. Banyak spekulasi seperti akibat tebasan pedang Mihawk, tebasan
babon saat latihan, atau mungkin Zoro akan memiliki sharinggan? No One Knows, except Eichiiro Oda as mangaka for One
Piece.
Weakness



Komentar
Posting Komentar